Nah..buat yang baru kenal pekalongan...pekalongan itu sebenernya terdiri atas kota pekalongan dan kabupaten pekalongan...ini lho data singkat tentang pekalongan (diambil dari situs ini)...
Kota Pekalongan
Letak Geografis : 6" 50' 42" - 6' 55' 44" Lintang Selatan & 109" 37' 55" - 109" 42' 19" Bujur Timur.
Luas Wilayah : 45,25 km persegi.
Walikota : Bapak. dr.Baasyir.A. ( dicalonkan Partai Golkar )
Jumlah Penduduk : 264.932 jiwa ( 2004 )
Terletak di tepi laut Jawa, dengan ketinggian sekitar 2 m di atas permukaan laut. Udara di sini cukup panas dengan suhu siang rata – rata 30 derajat celsius dan malam 24 derajat celsius. Tidak ada hutan alami namun hutan kota sudah dibuat tinggal menunggu tanaman tumbuh besar. Area persawahan masih ada dengan luas sekitar 1500 Ha.
Perbatasan Utara yaitu Laut Jawa, Perbatasan Barat dan Selatan dengan Kabupaten Pekalongan, Perbatasan Timur dengan Kabupaten Batang. Provinsi Jawa Tengah, Republik Indonesia.
Kabupaten Pekalongan
Letak Geografis : 6" 83' - 7" 23' Lintang Selatan & 109" 49' - 105" 78' Bujur Timur.
Luas Wilayah : 836,13 km persegi.
Bupati : Ibu. Dra.Siti Komariyah, MA. ( dicalonkan Partai Kebangkitan Bangsa )
Jumlah Penduduk : 891.442 jiwa ( 2006 )
Terletak di tepi laut Jawa memanjang ke arah selatan, dengan ketinggian sekitar 1 m hingga 1700 m di atas permukaan laut. Udara di sini untuk yang dekat laut cukup panas, sama seperti Kota Pekalongan. Wilayah yang dekat laut antara lain Kecamatan Tirto dan Kecamatan Siwalan, sedangkan yang terletak di pegunungan termasuk ibukotanya Kajen berhawa sejuk dengan suhu malam hari dari 24 derajat hingga 18 derajat Celsius.
Kedua daerah menggunakan Bahasa sehari-hari Bahasa Jawa Dialek Pekalongan. Bagi masyarakat asli Pekalongan kebanyakan tidak bisa Bahasa Jawa Krama Inggil seperti di Solo atau Jogja karena sebagai daerah pesisir untuk bicara dengan orang yang lebih tua atau dihormati menggunakan tingkatan bahasa yang lebih sederhana khas Pekalongan bahkan terkadang masih menggunakan Jawa ngoko dialek Pekalongan. Dialek Pekalongan berbeda dengan daerah pesisir lain Jawa Tengah karena pengaruh asimilasi dengan budaya lain terutama Arab dan Cina. Di Pekalongan juga terdapat Pecinan dan Kampung Arab sebagai warisan era kolonial.
Banyak tokoh nasional hingga bintang sinetron berasal ataupun pernah tinggal di Pekalongan. Beberapa tokoh tersebut antara lain Oto Iskandar, Taufik Ismail, Abduraman Saleh mantan Jaksa Agung, Adi Sasono, dan yang masih sering tampil di TV politikus Soetrisno Bachir. Selain beberapa nama terkenal dari perusahaan batik dan sarung Pekalongan, terdapat pula nama usaha yang menjadi ciri khas Pekalongan karena sudah puluhan tahun beroperasi yaitu perusahaan roti Purimas dan perusahaan otobus ( PO ) Coyo.
Oh ya kalau pas di Pekalongan sempatkan makan nasi megono itu lho nasi yang diberi lauk olahan rajangan nangka muda ( gori ) dengan bumbu gurih nan lezat. Cocok lagi sambil menyantap pindang tetel atau rawon khas Pekalongan ditemani wedang alang – alang.
Di Kota Pekalongan ada stadion sepak bola yang cukup besar dengan daya tampung 15000 tempat duduk yaitu stadion Kraton, dan di dekat stadion ada gelanggang renang berstandar nasional yaitu Tirta Sari. Artis atau grup musik nasional jika manggung di Pekalongan biasanya menggunakan hall indoor atau lapangan parkir stadion Kraton. Contoh artis yang pernah konser di Pekalongan seperti Agnes Monica di Hall Dupan Square, Dewi – Dewi di Hall Atrium, dan Andra & The Backbone di lapangan parkir stadion Kraton. Memang pernah juga Peterpan menggunakan lapangan Mataram namun ternyata penonton berulah sehingga fasilitas sosial banyak yang rusak hal ini karena kapasitas lapangan tidak mencukupi animo masyarakat muda Pekalongan yang haus hiburan. Tragedi konser Ungu tidak terjadi di Kota melainkan di Kabupaten Pekalongan.
Mie